Konologi sejarah tanah di Kampung Cirapuhan dan sekitarnya

 Konologi sejarah tanah di Kampung Cirapuhan dan sekitarnya ( Dago Elos )

1850=1870 berkebun di Area pmi hingga ke utara

( belanda vs pribumi )

1900 ÷1910 ( belanda vs pribumi ) pribumi dipaksa pindah ke Bukit dan di balik Bukit area terminal dago hingga ke utara

1910÷1920 belanda vs pribumi pribumi dipaksa lebih ke utara ( kantor pos hingga ke utara )

1920 =1945 belanda vs pribumi pribumi dipaksa ke tebing tidak boleh dipinggir jalan raya ( jalan raya gua belanda )

1945÷1950 belanda vs pribumi tkr dan pemerintah RI . pribumi tkr dan pemerintah menduduki terminal dago hingga ke utara termasuk jalan raya

1956–1964 pribumi tkr pemerintah ( petugas / keluarga )

Selatan eks pabrik tegel simongan . tengah ( Bukit) pengalian pasir , tebing tanah hunian pribumi dan m wikarta/ mahadi ( keluarga besar tkr dan petugas ) pinggir jalan raya ( keluarga besar tkr dan petugas ) sebelah utara keluarga besar tkr dan petugas dan pribumi , tebing hunian pribumi dan makam

1974–1984 / 1989 selatan terminal dago tengah eks galian Bukit pasir jadi tempat pembuangan sampah

( pribumi vs petugas ) pribumi menolak tapi kemudian menurut saja ÷ berdampak air tercemar kurang air bersih

1980 an ( pribumi dan pendatang vs pendatang dan mafia tanah ) pribumi tanah garapan mulai diserobot dan diintiimidasi

Selatan terminal dago

tengah jalan raya keluarga petugas dan atau kelompok petugas utara pribumi dan atau keluarga petugas

Selatan dalam pribumi ( leluhur jana ) dan asep makmun cs

Selatan disebut terminal dago tengah agak utara pasar inpres area terminal hingga kantor pos ( ini lah nama dago elos ada ) karena gak aktif maka tutup . belakang the maj ( eks rfc ) tengah ke utara kantor pos ke utara lapangan bola ( eks tpa timur tebing hunian pribumi dan masyarakat ( diintiimidasi mendapatkan hak tanah dan dipersulit )

1990 an asep makmun cs mulai menyerobot tanah tomi rokayah

1992 asep makmun cs mulai menyerobot tanah pak bagio yang dipinjamkan untuk masjid

1997 warga dago elos mendaftarkan ke bpn .

1999. kesepakatan rw 01 cirapuhan dan rw 02 dago elos

kantor pos ke utara wilayah rw 01 ( termasuk lapangan )

asep makmun cs dan mafia tanah mulai lebih berani menyerobot lahan garapan dan mengoperalihkan

asep makmun cs mulai menyerobot fasilitas umum

2002 pbb didi koswara seluas 15.000 m

warga cirapuhan rt 07 rw 01 dago menentang asep makmun cs

2008 / 2009 wilayah atas dichaoskan dengan galian Pondasi hotel wirton menyewa truk tni ( ini mencoba memprovokasi warga cirapuhan dengan tni ) sekitar tahun ini diki sulaeman datang ke cirapuhan

di bagian tebing asep makmun cs dan pengacara iwan surjadi datang

2012 asep makmun cs, pengacara iwan surjadi, lurah dago , polsek coblong bersama warga cirapuhan rapat ( april 2012 asep makmun cs sudah diingatkan warga )

2016 asep makmun cs acara gugatan perdata

2022 pt dago inti graha dan muller menang pk . polisi vs warga dago eos clas ( warga cirapuhan sudah gak heran tahun sebelumnya bila ada provokasi oleh pihak pt ada , ahli hukum ada , aparat penegak hukum ada — cek tahun 1992 cek tahun 2008/2009 cek tahun 2012 ) warga cirapuhan gak heran ada dugaan skenario 2016÷2024 riwayat tahun 1992 hal tanah bagyo warga baru tahu sekitar 20 tahun kemudian ( 2012 ) ÷sebelumnya asep makmun cs gak bilang seolah kaget padahal tahun 2008 pihak pengacara sudah kasih informasinya dengan maksud untuk mengajak kerjasama . warga cirapuhan gak heran kalo asep makmun cs mencoba mendekati ahli hukum , aparat penegak hukum dan lembaga pemerintah tahun sebelumnya juga demikian.. Bahkan adanya oknum tokoh masyarakat dan oknum tokoh agama memberikan dukungan padanya warga cirapuhan gak heran. ( apud sukendar asep makmun diki sulaeman dikenal sebagai tokoh agama ) sementara itu alo sana dikenal sebagai tokoh masyarakat dan didi koswara ( dikenal karena memang diberikan peran sebagai tokoh tuan tanah pribumi )

Sekitar juni 2022 Ada solusi damai diduga biar aman mendapatkan lahan . Ini pun masih merugikan warga kampung cirapuhan dan negara sekitar 100 miliar hingga 1 triliunan rupiah .

Komentar